BTN siapkan 2 opsi jika IPO batal
Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menuturkan dua opsi yang dikaji perseroan adalah kembali menjajaki obligasi subordinasi serta kembali melakukan sekuritisasi aset.
“Sebenarnya, jika IPO belum terealisasi pada November—Desember, hal itu tidak banyak mempengaruhi kemampuan perseroan dalam menyalurkan kredit. Hal ini karena aksi korporasi itu dilakukan pada akhir tahun. Namun kami akan siapkan beberapa opsi,” ujarnya hari ini.
Hal itu diungkapkan Iqbal menanggapi pernyataan dari meneg BUMN Sofyan A. Djalil yang mengatakan bahwa rencana IPO sejumlah BUMN yang dijadwalkan digelar tahun ini bisa tidak terlaksana.
Alasannya, selain pertimbangan kondisi pasar, rencana IPO juga harus menunggu terbentuknya pemerintahan yang baru pasca-pemilihan presiden.
Iqbal menuturkan perseroan akan menyerahkan sepenuhnya waktu go open kepada pemegang saham, yang dalam hal ini adalah pemerintah.
“Kami sebenarnya menyiapkan waktu IPO bagi BTN pada November-—Desember tahun ini. Kami telah menyiapkan semua persiapan, termasuk authorised dan administrasi,” tuturnya.
Berdasarkan catatan bisnis.com, BTN akan melepas 30% sahamnya ke pasar dengan aim perolehan dana antara Rp1,5 triliun—Rp2 triliun. Bank BUMN ini sebelumnya juga telah mengantongi izin dari DPR sehubungan dengan rencana pelepasan saham ke pasar. (ln)