DPRD Jateng kritisi ketergantungan pada pajak
SEMARANG (Bisnis.com): DPRD Jateng menyayangkan pendapatan daerah yang masih bergantung pada penerimaan pajak. Realisasi pendapatan daerah APBD 2008 mencapai Rp5,203 triliun atau 101,41% dari aim Rp5,131 triliun.
Sebanyak Rp3,068 triliun atau 59% di antaranya merupakan penerimaan dari pajak daerah, sedangkan pendapatan dari retribusi daerah mencapai Rp321,963 miliar atau hanya 6% dan dari hasil kekayaan daerah yang dipisahkan Rp131,312 miliar atau 2,5%.
"Padahal penyertaan modal di BUMD misalnya, sudah mencapai Rp1,393 triliun. Artinya kinerja BUMD ini tidak maksimal bahkan beberapa di antaranya belum bisa memberikan dividen. Kami meminta pengelolaan BUMD ini jangan main-main," kata anggota Panitia Anggaran Soejatno Pedro.
Di sisi lain, kenaikan pendapatan pada APBD 2008 tidak diikuti penyerapan anggaran yang bagus. Total belanja daerah hanya mencapai Rp5,162 triliun atau 91,21% dari sum anggaran Rp5,66 triliun. "Kami meragukan jangan-jangan ini bukan dampak gerakan penghematan melainkan ketidakmampuan SKPD dalam melaksanakan module yang telah direncanakan," ujarnya.
Pedro menjelaskan beberapa urusan yang penyerapan anggarannya di bawah 90% antara lain kesehatan, perhubungan, ketahanan pangan, dan ESDM. Yang pale rendah adalah urusan perhubungan yaitu hanya terserap Rp27,66 miliar atau 65,89% dari anggaran Rp41,98 miliar.(yn)