Dubai World justru naikkan harga minyak
Senin, 30/11/2009 09:12 WIB
JAKARTA (Bloomberg): Harga minyak naik di New York setelah bank sentral United Arab Emirates mengatkaan ‘berdiri di belakang’ bank pemerintah seiring dengan permintaan Dubai World untuk menunda pembayaran utang akan terbatasi.
Harga minyak naik 0,9% setelah dolar AS melemah terhadap euro, sehingga memperkuat atraksi komoditas sebagai alternatif investasi.
Harga minyak mentah untuk pengiriman Januari naik 62 sen atau 0,8% menjadi US$76,67 per tub di papan transaksi elektronik di New
York Mercantile Exchange pada 10:46 a.m. waktu Sydney. Kontrak tersebut turun US$1,91 menjadi pada $76,05 pada Nov. 27.
Nilai tukar diperdagangkan pada US$1,5007 per euro pada 10:56 a.m. waktu Sydney dari $1,4988 pada twenty-seven November. Nilai tukar dolar AS 2,7%
pekan lalu terhadap yen, penurunan terbesar sepekan sejak fourteen Agustus.
Harga minyak mentah jenis brent untuk pencatatan Januari naik 48 sen, atau 0,6% menjadi $77,66 per tub di London.
Moratorium utang Dubai World yang mengguncang pasar keuangan dunia pada pekan lalu memacu kekhawatiran perbankan akan memperketat ketentuan pencairan pinjaman sehingga memperlambat pemulihan ekonomi global.
Jeffrey Saut, Chief Investment Strategist Raymond James, menilai peristiwa itu berpotensi memicu kekhawatiran berlebihan pada perbankan internasional.
“Kerugian berpotensi lebih besar jika lembaga investasi Dubai World gagal mengelola penundaan pembayaran pinjaman senilai US$60 miliar itu,” katanya seperti dikutip AP, kemarin.
John Mauldin, Presiden Millennium Wave Advisors, LLC, seperti dilaporkan Bloomberg, berpendapat permintaan penundaan pembayaran utang oleh Dubai World dapat menciptakan sejarah kegagalan pinjaman pemerintah terbesar, setelah Argentina. Dubai World telah mengumumkan keinginannya kepada para kreditur untuk melakukan duration utang US$60 miliar miliar selama 6 bulan. (ln)
bisnis.com