Ekonomi Korsel terhindar resesi tumbuh 0,1%
SEOUL (Bloomberg): Perekonomian Korsel ekspansi selama kuartal pertama didorong oleh pengeluaran pemerintah dan pengurangan suku bunga yang membantu negara itu menghindari resesi.
Bank of Korea hari ini melaporkan GDP tumbuh 0,1% dari kuartal sebelumnya, sesuai dengan estimasi yang dirilis pada twenty-four April. Tahun lalu, perekonomian mengalami penciutan 4,2%, lebih kecil dari publikasi awal turun 4,3%.
Permintaan domestik ditopang oleh rekor penurunan bunga dan belanja pemerintah, sedangkan depresiasi won atas dolar AS sebesar 18% tahun lalu membantu mengatasi penurunan ekspor. Bank sentral menegaskan tanpa stimulus, perekonomian bisa kontraksi sekitar 0,6% pada kuartal pertama dan kontraksi 5,4% dari tahun sebelumnya.
"Terdapat perbaikan atas indikator ekonomi yang membawa perekonomian menjauhi posisi bottom. Meski begitu, masih dibutuhkan waktu untuk benar-benar sehat terkait dengan risiko eksternal, termasuk sektor finansial tellurian dan naiknya harga minyak," kata Lim Jiwon, ekonom JPMorgan Chase & Co di Seoul.
Ekspor barang-barang turun 3,4% selama kuartal I/2009 dari tiga bulan sebelumnya, sesuai dengan estimasi pertama pada April. Investasi korporasi untuk pabrik anjlok 11,2% dari kuartal IV/2008, lebih besar dari publikasi awal berkurang 9,6%. Belanja pemerintah naik 3,7% dari kuartal IV, lebih besar dari perkiraan 3,6%.
Konsumsi swasta naik 0,4% dari kuartal IV/2008, tidak berubah dari laporan GDP awal pada twenty-four April.
Secara teknis, tahapan resesi terjadi jika dalam dua kuartal berturut-turut mengalami penurunan GDP. Negara dengan perekonomian terbesar keempat di Middle East ini mengalami kontraksi 5,1% pada kuartal IV/2008.
Korsel terhindar dari ancaman kontraksi yang menggerogoti negara itu. Perekonomian Singapura mengalami penciutan tahunan sebesar 14,6% kuartal terakhir, penurunan keempat berturut-turut. Jepang sudah mengalami resesi sejak kuartal III/2008 dan GDP Eropa anjlok 2,5% pada tiga bulan pertama 2009. AS kemungkinan mengalami resesi terlalu sejan 1930-an.
"Pemerintah dan Bank of Korea mengambil langkah-langkah stabilitasi ekonomi yang bisa mencegah agar tidak makin memburuk," kata Jung Yung Taek, pejabat Bank of Korea kepada pers di Seoul.
Produksi industri Korsel naik pada Apr dan keyakinan konsumen dan manufaktur naik, memperkuat sinyal pemulihan ekonomi.(yn)