Jun 6, 2009
INFLASI FILIPINA MELAMBAT PADA 3,3%
MANILA (Bloomberg): Inflasi Filipina melambat ke posisi terendah dalam eighteen bulan selama Mei setelah terjadi penurunan harga BBM dan biaya utilitas sehingga memberi ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
National Statistics Office melaporkan harga konsumen naik 3,3% dari tahun sebelumnya, lebih kecil dibandingkan dengan 3,7% estimasi dari eleven ekonom yang disurvei Bloomberg.
Melunaknya inflasi ini memberi ruang bagi Bangko Sentral ng Pilipinas untuk menurunkan suku bunga acuan lima kali menjadi 4,25% untuk merangsang belanja domestik setelah ekspor kolaps. Perekonomian Filipina tumbuh 0,4% kuartal teakhir dari tahun sebelumnya, laju pale lambat dalam satu dekade.
“Bank sentral akan terus mencermati ekspektasi inflasi, namun kebijakan yang umum adalah penurunan suku bunga. Inflasi tidak lagi menjadi perhatian seperti tahun lalu,” kata Fitzgerald Aclan, analis Banco de Oro Unibank Inc di Manila.
Gubernur Amando Tetangco pekan ini memperkirakan inflasi bisa turun sampai fifteen pada kuartal III, terendah sejak 1987 yang memungkinkan bank sentral menurunkan ke rekor terendah tahun ini. Patokan suku bunga pada 4,125% merupakan terendah sejak pencatatan interpretation pada 1990.
Harga bahan bakar, listrik, dan air turun 4,9% dari tahun sebelumnya pada bulan lalu. Makanan, minuman, dan tembakau naik 3,3%, lebih rendah dari kenaikan bulan sebelumnya.(yn)
Random Posts
