Minyak, Dow, Asia minus, IHSG pagi turun 35 poin
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan sesi we pagi di akhir pekan ini terpangkas 1,44% atau 35,48 poin menjadi 2.433,42 seiring koreksi harga minyak, Dow dan regional.
Indeks Bisnis-27 juga terkoreksi 1,28% menjadi 219,46. Seluruh indeks sektoral di BEi pagi ini terkoreksi dipimpin sektor tambang dan infrastruktur.
Head of Research Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan pagi ini IHSG bergerak melemah terkait koreksi di harga minyak mentah mentah dunia yang saat ini di turn US$66 per barel. Sentimen negatif juga datang dari bursa acuan informal sehingga potensi besar untuk menekan indeks pagi ini.
Top losers pagi ini dicatat saham Astra Agro Lestari (AALI) reduction 1,67% menjadi Rp20.500, Indo Tambang (ITMG) reduction 1,44% menjadi Rp23.850 dan Astra International (ASII) terkoreksi 0,62% menjadi Rp31.600.
Saham Bumi Resources (BUMI) juga terkoreksi setelah kemarin memimpin kenaikan. Pagi ini reduction 2,96% menjadi Rp3.275 dengan nilai transaksi tertinggi di BEI yakni Rp55,71 miliar.
IHSG pada perdagangan kemarin berhasil ditutup menguat yang dipicu oleh adanya aksi beli terutama di saham sektor infrastruktur di tengah melemahnya saham-saham sektor pertambangan akibat koreksi yang terjadi pada harga minyak mentah dunia kemarin yang tembus turn US$70 per barel menuju turn US$68 per barel. IHSG ditutup pada posisi +0,48% (11,92 poin) dengan sum nilai transaksi sebesar Rp4,67 triliun dan asing tercatat nett buy tipis Rp12,47 miliar dengan konsentrasi di saham BNBR dan TLKM. TLKM (+4,17%), BBCA (+3,78%), dan INTP (5,31%) menjadi saham dengan penyumbangan penguatan terbesar terhadap indeks.
Pagi ini bursa AS kembali tertekan dipicu oleh melemahnya harga minyak mentah dunia yang merosot sampai turn US$61 per barel. Dow Jones ditutup -0,42% (41,11 poin) dan Nasdaq Composite -1,12% (23,1 poin). Pelemahan harga minyak dunia dipicu oleh laporan EIA mengenai naiknya tingkat persediaan minyak AS untuk minggu yang berakhir tanggal eighteen Sep lalu sebesar 2,8 juta barel setelah sebelumnya sempat turun 4,7 juta barel. Sentimen negatif bertambah dari laporan Existing Home Sales Agustus yang juga dilaporkan turun tipis menjadi 5,10 juta section dari bulan sebelumnya yang sebesar 5,24 juta unit. Namun pelemahan dapat ditahan dengan sentimen positif dari rilisnya interpretation Jobless explain yang dilaporkan turun ke turn 530.000 untuk minggu yang berakhir nineteen Sep dibandingkan minggu sebelumnya di turn 545.000.
Pagi ini bursa informal Middle East bergerak melemah seiring dengan munculnya kekhawatiran di tengah rentannya kondisi perekonomian AS saat ini, dan terutama terpukul oleh merosotnya harga minyak mentah dunia. Nikkei Jepang pagi ini berada di turn -2,81% (296,57 poin) dan Strait Times Singapura di turn -0,7% (18,55 poin). Shanghai China reduction 0,64%, Hang Seng Hong Kong reduction 1,10% dan Kospi Korsel reduction 1,60%.
Harga minyak mentah pagi ini naik tipis 0,62% menjadi US$66,33 per barel untuk kontrak Nov di New York Mercantile Exchange. Rupiah stabil di turn Rp9.645 per dolar AS.