|

Pasca libur panjang, cermati saham ASII, ITMG, TLKM

JAKARTA (bisnis.com): Saham-saham yang direkomendasikan hari ini a.l. ADRO, PTBA, ITMG, ASII, UNVR, PGAS, TLKM terkait dengan faktor elemental dan potensi perusahaan-perusahaan tersebut menopang perekonomian Indonesia pada tahun depan.
 
Kepala Riset PT BNI Securities Norico Gaman menilai indeks hari ini akan bergerak fluktuatif dengan kisaran yang sempit, yaitu 2.350-2.425 terkait dengan sentimen negatif dari Dubai World dan kondisi bursa informal pada libur panjang lalu.

Kekhawatiran gagal bayar Dubai World memicu sikap hati-hati pemodal memposisikan portofolionya di bursa pekan ini, setelah sentimen negatif tersebut menghajar bursa informal pekan lalu.

Sentimen negatif dari BUMN investasi Timur Tengah itu memicu koreksi bursa informal pekan lalu, menyusul kekhawatiran emiten di Middle East akan merugi akibat rencana Dubai menunda pembayaran utangnya.

"Hari ini, kami rekomendasikan saham yang memiliki elemental yang bagus dan dapat menopang perekonomian Indonesia pada 2010, yaitu dari sektor pertambangan dan energi adalah ADRO, PTBA dan ITMG. Selanjutnya, sektor otomotif dan alat berat, yaitu ASII dan UNTR," katanya, kepada bisnis.com, pagi ini.

Dia mengatakan rekomendasi untuk sektor barang konsumsi, yaitu INDF dan UNVR. Sektor infrastruktur yaitu JSMR dan PGAS. Sektor telekomunikasi, yaitu TLKM dan ISAT.

Selain itu, pemberitaan yang dapat berkontribusi pada pergerakan pasar hari ini adalah PT Bakrieland Development Tbk menganggarkan belanja modal hingga Rp3 triliun untuk membiayai sejumlah proyek properti yang dikembangkan perseroan.

Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah S. Thaib menuturkan perseroan akan menggali berbagai sumber pendanaan, yang salah satunya adalah penerbitan obligasi, selain dari bridging loan pemegang saham serta pinjaman bank.

"Ada banyak sumber pendanaan yang akan kami kaji untuk membiayai belanja modal tersebut, termasuk obligasi. Namun kami belum bisa menyebutkan persentase masing-masing sumber pendanaan tersebut," ujarnya pekan lalu.

Berdasarkan catatan Bisnis, perseroan akan menerbitkan obligasi sebesar Rp1 triliun pada 2010. Hiramsyah menuturkan saat ini rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perseroan masih di kisaran 30%, dan maksimal yang dibatasi oleh manajemen mencapai 150%. Mengacu ke perhitungan tersebut, jumlah utang yang bisa didapatkan Bakrieland bisa mencapai Rp6 triliun.

Menurut Hiramsyah, perseroan saat ini juga telah memperoleh pendanaan yang siap untuk dicairkan (stand by facility) sebesar Rp1,5 triliun. Bakrieland tetap fokus pada bisnis properti lantaran untuk sektor infrastruktur diperkirakan baru mulai menggeliat mulai 2011.

Meskipun demikian, perseroan tetap menjalankan pembangunan proyek infrastruktur yaitu ruas tol Ciawi-Sukabumi. Bahkan ruas proyek tersebut direncanakan juga diteruskan hingga Bandung.

Selanjutnya, obligasi konversi PT Bumi Resources Tbk senilai US$300 juta laku terjual, sum utang dalam bentuk obligasi tukar perseroan melonjak menjadi US$777,5 juta atau setara dengan Rp7,39 triliun.

Manajemen Bumi menyatakan perseroan melalui anak usahanya Enercoal Resources Pte Ltd telah menjual seluruh obligasi tukar senilai US$300 juta pada pekan lalu. Obligasi berjangka waktu 7 tahun itu mempunyai tingkat bunga 5%.

Tidak dijelaskan harga konversi yang ditetapkan dalam penerbitan obligasi tukar ini. Namun, manajemen mengatakan harga konversi reward 30% dari harga referensi. Harga referensi ini ditentukan berdasarkan harga saham di pasar sebelum penawaran obligasi ditutup pada twenty-five Nov 2009.

Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava menolak anggapan obligasi tukar yang diterbitkan Enercoal dan juga emisi obligasi sebelumnya yang juga bernilai US$300 juta ditujukan untuk membiayai akuisisi sebagian saham PT Newmont Nusa Tenggara. Bumi juga sedang menjajaki lagi pencarian dana eksternal senilai US$300 juta untuk mendanai ekspansi perseroan

"Bumi tidak akan merespon gosip dari para attorney dan media," ujar Dileep melalui pesan singkatnya, kemarin.

Berita lainnya adalah Recapital Advisors telah menyepakati transaksi pembelian 90% saham PT Berau Coal dengan pemiliknya Rizal Risjad senilai US$1,5 miliar.

Sumber Bisnis mengungkapkan transaksi ini disertai dengan emancipation (penarikan) obligasi oleh Berau Coal. Langkah ini ditempuh supaya saham yang dijaminkan kepada kreditur bisa diserahkan kepada Berau dan selanjutnya menjadi hak pemilik baru. Berdasarkan interpretation Bloomberg, jumlah obligasi yang diterbitkan oleh Berau sebesar Rp2,65 triliun dan jatuh dash pada 2011.

"Keseluruhan transaksi termasuk serah terima saham direncanakan tuntas sebelum twenty-nine Desember," ujarnya kemarin.
Dia mengungkapkan sales as well as squeeze agreement antara para pihak yang bertransaksi telah ditandatangani dengan kesepakatan harga US$1,5 miliar.

CEO Recapital Rosan Perkasa Roslani ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kesepakatan transaksi akuisisi 90% saham Berau.
"Kami tidak bisa menyatakan harganya karena terkait dengan kerahasiaan. Tetapi transaksi ini adalah salah satu yang terbesar dan menantang dan berhasil kami lakukan," paparnya kemarin.

Dia menuturkan Berau menetapkan mekanisme umbrella emancipation terhadap obligasi perseroan sehingga pemegang surat utang melepas surat utang yang dimilikinya. "Proses ini diperkirakan tuntas sampai akhir Desember."

Selain itu, berita lainnya adalah PT Gozco Plantations Tbk akan mengalokasikan dana sebesar Rp200 miliar untuk perluasan kebun pada tahun depan.

Random Posts

  • Elektronik & mainan angkat penjualan Black Friday AS
  • BI: Perusahaan publik gagal bayar meningkat
  • Asian Market Update
  • Thomas jabat direktur penindakan penyidikan DJBC
  • Nikkei 225 tertekan 86,11 poin ke 9.729,96
  • S&P/ASX 200 terangkat 1,7% ke 3.999,70
  • Foreign Exchange Market Commentary
  • Equity Bears Equal Dollar Bulls
  • Asian Market Wrap
  • Forex Technical Update

Leave a Reply