Regional merah, IHSG siang minus 33 poin
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan sesi we siang ini melanjutkan koreksinya sejak pembukaan pagi tadi, yakni reduction 33,55 poin atau 1,36% menjadi 2.435,35 seiring koreksi saham informal dan minyak.
Indeks Bisnis-27 juga terpangkas 1,60% menjadi 218,75. Seluruh indeks sektoral di BEI siang ini terkoreksi dipimpin sektor infrastruktur dan aneka industri.
Top losers siang ini dicatat saham Astra International (ASII) reduction 1,57% menjadi Rp31.300, Gudang Garam (GGRM) terpangkas 3,02% menjadi Rp14.450 dan Indo Tambang (ITMG) reduction 1,65% menjadi Rp23.800.
Riset Analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution mengatakan IHSG hari ini terbawa oleh sentimen regional. Menguatnya dolar AS dan turunnya harga komoditas termasuk minyak dan emas memberi indikasi financier keluar dari aset yang beryield tinggi dan kembali memburu dolar AS. Investor cenderung mengambil sikap wait for as well as see terhadap hasil dari pertemuan para pemimpin G-20. Ekspektasi financier terhadap pasar perumahan AS yang masih belum sepenuhnya membaik memungkinkan ekspektasi interpretation penjualan rumah baru di AS menjadi katalis atau penggerak pasar.
Saham Bumi Resources (BUMI) terkoreksi 2,22% menjadi Rp3.300 dengan nilai transaksi yang tertinggi di BEI siang ini yakni Rp281,06 miliar dengan volume 85,12 juta saham. Total nilai transaksi siang ini di BEI mencapai Rp1,14 triliun.
Indeks saham di bursa Middle East siang ini mayoritas terpangkas, indeks Shanghai China terkoreksi 1,36%, Hang Seng Hong Kong reduction 0,80%, Nikkei Jepang terkoreksi 2,62%, Strait Times Singapura reduction 0,36% dan Kospi korsel reduction 1,37%.
Harga minyak mentah untuk kontrak Nov siang ini naik 0,85% menjadi US$66,45 per barel di New York Mercantile Exchange.