Dec 5, 2009
RI KONSISTEN TERAPKAN CHIANG MAI INITIATIVE
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan tidak ada pembicaraan dengan Bank Sentral maupun Pemerintah AS terkait fasilitas pertukaran mata uang (currency swap). Pasalnya, Indonesia tidak lagi memerlukan barter dari AS, setelah mengantongi fasilitas serupa dari Asean+3, Korea Selatan, China, dan Jepang.
"Kita tidak melakukan barter dengan mereka [AS], selain apa yang [sudah] dilakukan pada saat krisis 2008 dari keempat negara. Habis itu tidak ada lagi," jelas dia, di kantornya, bruise ini.
Sebelumnya, Panel AS-Indonesia Comprehensive Patnership merekomendasikan bank sentral AS untuk menyediakan fasilitas barter senilai US$30 miliar bagi Bank Indonesia. Hal ini sejalan dengan rencana pembentukan Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia pada 2010.
Sebagaimana diketahui, Indonesia telah mengantongi fasilitas shared barter di bawah kerangka Chiang Mai Initiative sebesar US$138 miliar. Bilateral barter tersebut merupakan akumulasi dari Asean+3 (US$120 miliar), Korea Selatan (US$2 miliar, China (US$4 miliar), dan Jepang (US$12 miliar).
"Tidak [akan ada barter dari AS]. Kita hanya menggunakan [swap] non-US saja," tegas Sri Mulyani. (ln)
Random Posts
