Nov 30, 2009
SILPA APBN 2009 DIPREDIKSI CUKUP SIGNIFIKAN
JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah memperkirakan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) APBN 2009 cukup signifikan menutup kebutuhan belanja 2010 sehingga defisit anggaran tahun depan kemungkinan tidak melebar.
Anggito Abimanyu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu, meyakini penerimaan dan pembiayaan negara yang sudah ditetapkan dalam APBN 2010 sudah cukup untuk menutup kebutuhan belanja tanpa harus mengandalkan Silpa tahun ini.
Kendati pemerintah diberi keleluasan untuk menambah belanja module baru pada tiga bulan pertama, tetapi defisit anggaran tidak perlu melebar karena bisa memanfaatkan Silpa APBN 2009 untuk membiayainya.
"Pokonya penerimaan dan pembiayaan (dalam APBN 2010) bisa menutup kebutuhan belanja. Tidak (akan) ada kekurangan pembiayaan," jelas dia seusai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR dan Bank Indonesia hari ini.
Defisit anggaran negara dalam UU APBN 2010 ditetapkan 1,6% atau sebesar Rp98 triliun dengan kebutuhan belanja Negara mencapai Rp1.047,7 triliun. Namun, dalam Undang-undang tersebut, pemerintah diperbolehkan mengusulkan program-program baru pale lambat Maret 2010 dengan bujet penambahan belanja sekitar Rp24 triliun atau 20% dari sum anggaran belanja negara.
"Oh ya jadi Silpa 2009 bisa untuk menutup kebutuhan tambahan belanja 2010. ya ada lebih, tapi itu kan baru proyeksi," tuturnya.
Anggito belum bisa memproyeksi berapa besar Silpa yang berpotensi dihasilkan pada tahun ini. Namun, dia memastikan secara favoured tidak akan melampaui besaran Silpa APBN 2008 yang mencapai Rp51,3 triliun. (tw)
Random Posts
