|

S&P/ASX 200 Australia naik 1,7% ke posisi 4.648,70

TOKYO (Bloomberg): Saham Australia dan kontrak saham Jepang menguat dipicu spekulasi dampak jangka panjang dari permohonan Dubai World untuk menunda pembayaran utang akan tertahan dan terhentinya penguatan yen.

National Australia Bank Ltd naik 2,4%. U.S.- traded profits Sony Corp., yang 75% penjualannya di luar negeri, menguat 2% dari posisi harga penutupan pada twenty-seven Nov di Tokyo. Saham Nissan Motor Co. naik 2%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,7% ke posisi 4.648,70 pada pukul 10:24 di Sydney. Indeks NZX 50 Selandia Baru menguat 0,3% di Wellington. Kontrak pada indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang yang jatuh dash pada Desember ditutup di posisi 9.200 di Chicago pada twenty-seven November, dibandingkan dengan 9.070 di Singapura.

Di New York, indeks Standard & Poor’s 500 tergelincir 1,7% menjadi 1.091,49, setelah Dubai World, BUMN investasi, berupaya menunda pembayaran utangnya.

Saham perbankan Australia naik setelah empat bank terbesar yakni National Australia Bank, Australia & New Zealand Banking Group Ltd., Westpac Banking Corp. dan Commonwealth Bank of Australia, menolak rugi “material” dari Dubai World. National Australia Bank mendaki 2,4%, Australia & New Zealand menanjak 3,2%, Westpac naik 2,9% dan Commonwealth menguat 2,3%.

Saham Fortescue Metals Group Ltd terangkat 2,7% setelah produsen bijih besi terbesar ketiga Australia dinaikkan menjadi tahan dari jual di Deutsche Bank AG oleh analis ekuitas Paul-D Young.

Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama kemarin memerintahkan para menteri kabinetnya untuk melakukan upaya ekonomi untuk menghadapi dampak penguatan yen, kata harian Mainichi hari ini, tanpa menyebutkan dari mana memperoleh informasi itu. Harian Asahi kemarin mengatakan Hatoyama dan Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa berpeluang melakukan pertemuan pada 1 Desember untuk membahas deflasi dan apresiasi yen.

Indeks MSCI Middle East Pacific telah terangkat 61% dari posisi terendah 5 tahun lebih 9 Maret lalu dibandingkan dengan benefit 61% pada S&P 500 dan 54% di Dow Jones Stoxx 600 Eropa.

Yen terdepresiasi menjadi 86,84, dibandingkan dengan 86,00, terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan saham di Tokyo twenty-seven Nov lalu, setelah sebelumnya menyentuh 84,83, terkuat sejak Juli 1995. Terhadap euro, yen turun ke 130,42 dari 128,21. Melemahnya yen mengangkat nilai penjualan luar negeri Jepang jika dikonversikan ke dalam mata uang negara itu.(er)

Random Posts

  • USD Rebounds, Jobless Claims at Lowest Level Since 2008
  • Technical Analysis for Crosses
  • Euro Zone M3 Money Supply Expands After Two Months Of Contraction
  • Sebagian besar bursa Asia menguat
  • The USD Is Put Under Pressure As Commodities Rally
  • Summarecon bagikan dividen Rp3 per saham
  • The RBA Sees Interest Rate Raises Appropriate As Economic Growth Accelerating
  • How to Hunt Stops like a Professional
  • Chart Of The Day: USD/CAD
  • USD Rallies as Job Losses Ease

Leave a Reply